Airys

Anak itu bernama Airys

Airys tak lagi bisa menangis

Isaknya tertelan dalam kalut gerimis

Gerimis darah yang tak berbau amis

 

Anak itu bernama Airys

Ia meratapi kekajaman rejim yang sadis

Bersembunyi  dalam ketiak  adikuasa yang bengis

 

Airys meratap pada mereka yang mengaku isis

Mengiba pada Tuan Assad yang buta, tuli, bisu, dan autis

Merengek pada Tuan Sam yang katanya liberalis

Mengharap pada Tuang beruang yang katanya sosialis

Memanggil dunia yang terkenal anti imperialis

Bahkan Negara bulan sabit tak juga menggubris

Airys berterika… apa kalian semua kesurupan iblis?

 

Airys mengiba

Airys meratap pada kota-kota yang rata

Allepo kini renta

Bayi-bayi kembali kepada-Nya

Mayat di mana-mana

Rudal datang tiba-tiba

Nyawa tak lagi berharga

Airys tak lagi merdeka

“Airys Syria Syria Ayris Airys Syria Syria Ayris  Syria”

 

East Lansing, 5/7/16