Surat Terbuka

Surat terbuka untuk:

Bella Moulina, Rahmi Mulyasari, Linda Handayani, Dimas Arya Dika, Evi Marlina.

 

Assalamualikum Wr. Wb

 

Halo alumni FKIP-UNJA yang luar biasa,….

 

Di manapun kita berada semoga kita tidak lupa untuk selalu bersyukur atas limpahan nikmat dari Alloh SWT, kepada kita semua sehingga kita bisa menjadi seperti sekarang ini.

 

Ketika menulis surat ini, saya berada di kamar sembari membayangkan wajah-wajah penuh semangat dari kalian semua. Saya mengenal kalian sebagai sosok potensial untuk mengembangkan Jambi yang lebih maju lagi. Jambi pasti akan bersedih jika sosok-sosok berpengaruh seperti kalian tidak bisa bekerjasama dalam satu tekad yang sama, dengan satu tujuan yang sama untuk memberikan sumbangsi nyata untuk negeri kita Jambi, bahkan Indonesia kelak.

 

Teman-temanku yang saya sangat bangga pada prestasi kalian…..

 

Teman-teman pasti semua mengenal sosok Anies Baswedan dengan Indonesia Mengajar, atau Muhammad Assad dengan aksi pemuda dan sosialnya, atau sosok-sosok jiwa muda lain yang tanpa banyak bicara tapi mampu membuat semua mata terpesona. Lalu, saya yakin di dalam benak teman-teman semua pasti ingin mempunyai aksi real seperti mereka juga. Aksi di mana uang dan popularitas tidak menjadi tujuannya, melainkan ketulusan nyata untuk sesama. Teman, saya yakin jika kita bersatu kemudian kita berdiskusi kita pasti bisa seperti mereka.

 

Temans…

Kemarin dan hari ini saya berdiskusi dengan Linda dan Bella tentang rencana untuk membuat aksi social di bidang pendidikan:

  1. Membuat lembaga beasiswa yang menghimpun dana kemudian memberikan full scholarship untuk anak yang membutuhkan dari SD hingga SMA atau jika perlu hingga tamat sarjana.
  2. Membuat sekolah sangat berkualitas untuk anak-anak: jalanan, yatim dan kurang mampu agar bisa bersekolah dengan gratis. Konsep sekolah ini ditujukan untuk mengkawinkan system pendidikan barat (yang lebih mengutamakan talenta ketimbang nilai rapor) dan pendidikan timur (yang mengutamakan akhlak dan budi pekerti). Sehingga kita benar-benar membuat konsep sekolah yang mengasah bakat anak dan menyalurkannya sehingga mereka bisa berkontribusi untuk dirinya dan masyrakat dengan telentanya itu.

Kira-kira dari dua ide ini, manakah yang menurut teman-teman realistis untuk kita wujudkan dan mempunyai kebermanfaatan bagi pendidikan dan social di Jambi. Mengapa saya memilih dua pimpi ini, karena saat ini  dua mimpi inilah yang sedang dibuthkan anak-anak Jambi dewasa ini, serta karena latar belakang pendidikan maka sudah sewajarnya kalau kita juga berkontribusi di bidang pendidikan pula. Karena, “bukan darah jang mentjiptakan perasaan tjinta kepada bangsa dan tanh air, tapi semata-mata Pendidikan” (AR Baswedan). Jikalau teman-teman setuju, kita putuskan salah satu di antara dua mimpi besar itu, kemudian kita berdiskusi manakah yang akan kita realisasikan.

 

Jika nantinya kita bersepakat dalam mewujudkan salah satu mimpi di atas, kita mempunyai beberapa bahasan yang sesegera mungkin kita diskusikan:

  1. Tentang organisasi kita (konsep orgnasisai ini adalah independen, dan tidak berafiliasi dengan siapa dan apapun, kecuali membangun Jambi dengan ikhlas juga tidak berafiliasi pada uang dan popularitas).
  2. Tentang pendanaan. Temans,pasti teman-teman semua pernah mengikuti jejak Muhammad Assad (penulis buku Notes from Qatar) yang dalam waktu singkat mampu menghimpun dana puluhan juta rupiah dengan memanfaatkan jejaring social. Mungkin tidak ada salahnya jika kita berdiskusi tentang cara Assad ini temans.
  3. Pembagian tugas: saat ini tidak ada dari kita yang tidak sibuk. Semua kita adalah pemuda pilihan Jambi yang kelak akan menjadi pemimpin di bidang masing-masing. Saya juga sadar kita semua berpencar, ada yang di Turki ada di Papua, ada di kota Jambi dan ada yang di kota kabupaten. Tapi jika kita sudah mendiskusikan pembagian tugas yang jelas, saya yakin konsep kita akan tetap berjalan dengan apik dan efektif.

 

 

Sahabatku,….

Bella (petarung sejati dengan SIJ nya), Rahmi (si periang denga Al-Ardvicinya), Linda (dengan sejuta ide researchnya), Dimas (dengan aksi sosial di pedalaman Jambi hingga Papua), Evi Marlina (dengan kercerdasan Turki nya). Kalian mempunyai potensi dan jaringan relasi yang sangat luar biasa, sehingga saya yakin jika kita berhimpun dalam satu kesatuan, kita akan menjadi kekuatan yang sangat kuat, sangat kuat dan sangat kuat!!! teman. Saya sangat berharap kita benar-benar mampu bersinergi untuk membangun Jambi.

 

Temans…

Saya tidak sabar untuk berdiskusi dengan kalian semua….

 

Saya berharap kita dapat segera berdiskusi.

 

 

11 Februari 2013

Dion Ginanto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s